Halaman

Minggu, 30 September 2012

Taman Nasional Bunaken



Taman Nasional Bunaken adalah taman laut yang terletak di Sulawesi Utara, Indonesia. Taman ini terletak di Segitiga Terumbu Karang, menjadi habitat bagi 390 spesies terumbu karang dan juga berbagai spesies ikan, moluska, reptil dan mamalia laut. Taman Nasional Bunaken merupakan perwakilan ekosistem laut Indonesia, meliputi padang rumput laut, terumbu karang dan ekosistem pantai.

Taman nasional ini didirikan pada tahun 1991 dan meliputi wilayah seluas 890.65 km². 97% dari taman nasional ini merupakan habitat laut, sementara 3% sisanya merupakan daratan, meliputi lima pulau: Bunaken, Manado Tua, Mantehage, Naen dan Siladen.




Taman Nasional Ujung Kulon


Taman Nasional Ujung Kulon terletak di bagian paling barat Pulau Jawa, Indonesia. Kawasan Taman nasional ini juga memasukan wilayahKrakatau dan beberapa pulau kecil disekitarnya seperti Pulau Handeuleum dan Pulau Peucang. Taman ini mempunyai luas sekitar 1122.956 Ha; (443 km² diantaranya adalah laut), yang dimulai dari tanjung Ujung Kulon sampai dengan Samudera Hindia.

Taman Nasional ini menjadi Taman Nasional pertama yang diresmikan di Indonesia, dan juga sudah diresmikan sebagai salah satu Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO pada tahun 1991, karena wilayahnya mencakupi hutan lindung yang sangat luas. Sampai saat ini kurang lebih 50 sampai dengan 60 badak hidup di habitat ini.

Pada awalnya Ujung Kulon adalah daerah pertanian pada beberapa masa sampai akhirnya hancur lebur dan habis seluruh penduduknyaketika Gunung Krakatau meletus pada tanggal 27 Agustus 1883 yang akhirnya mengubahnya kawasan ini kembali menjadi hutan.

Izin untuk masuk ke Taman Nasional ini dapat diperoleh di Kantor Pusat Taman Nasional di Kota Labuan atau Tamanjaya. Penginapan dapat diperoleh di Pulau Handeuleum dan Peucang.

Taman Nasional Ujung Kulon bersama Cagar Alam Krakatau merupakan asset nasional, dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991.

Untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai Situs Warisan Alam Dunia, UNESCO telah memberikan dukungan pendanaan dan bantuan teknis.





Taman Nasional Kelimutu


Taman Nasional Kelimutu terletak di Flores, Indonesia. Taman nasional ini terdiri dari bukit-bukit dan gunung-gunung dengan Gunung Kelibara (1.731 m) sebagai puncak tertinggi. Gunung Kelimutu, terdapat danau Danau tiga warna yang juga merupakan tempat dari Taman Nasional Kelimutu.

Di dalam Taman Nasional Kelimutu, terdapat arboretum, hutan kecil seluas 4,5 hektar yang mewakili koleksi keanekaragaman flora di daerah tersebut. Di sana terdapat 78 jenis pohon yang dikelompokkan ke dalam 36 suku. Beberapa koleksi flora yang merupakan endemik Kelimutu adalah uta onga (Begonia kelimutuensis), turuwara (Rhododendron renschianum), dan arngoni (Vaccinium varingiaefolium). Argoni yang berbunga kecil putih dan akan berubah menjadi hitam ketika matang, diyakini masyarakat setempat sebagai makanan para dewa.












Gunung Gede Pangrango





Taman Nasional Gunung Gede Pangrango merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama kalinya diumumkan di Indonesia pada tahun 1980.

Gunung Gede merupakan sebuah gunung yang berada di Pulau Jawa, Indonesia. Gunung Gede berada dalam ruang lingkup Taman Nasional Gede Pangrango, yang merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama kali diumumkan di Indonesia pada tahun 1980. Gunung ini berada di wilayah tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi, dengan ketinggian 1.000 - 3.000 m. dpl, dan berada pada lintang 106°51' - 107°02' BT dan 64°1' - 65°1 LS. Suhu rata-rata di puncak gunung Gede 18 °C dan di malam hari suhu puncak berkisar 5 °C, dengan curah hujan rata-rata 3.600 mm/tahun. Gerbang utama menuju gunung ini adalah dari Cibodas dan Cipanas.

Gunung Gede diselimuti oleh hutan pegunungan, yang mencakup zona-zona submontana, montana, hingga ke subalpin di sekitar puncaknya. Hutan pegunungan di kawasan ini merupakan salah satu yang paling kaya jenis flora di Indonesia, bahkan di kawasan Malesia.

Madakadipura


Air Terjun Madakaripura terletak di Desa sapih, Lombang Kabupaten, Jawa Timur, Indonesia, tidak jauh dari kawasan Gunung Bromo di Bromo Tengger Semeru National Park. Madakaripura adalah tempat kunjungan wisata sakral berupa deretan air terjun yang mencapai ketinggian 200 meter (660 kaki). Air terjun ini memiliki sejarah yang berhubungan dengan Perdana Menteri Gajah Mada (1290-ca. 1364), yang berjuang untuk menyatukan seluruh wilayah Indonesia di bawah kendali Kerajaan Majapahit. Dia berkata, "kediaman terakhir untuk Gajah Mada". Air terjun ini terletak tersembunyi yang spektakuler pada akhir lembah yang dalam di kaki bukit kisaran Tengger. Air memiliki cascades dari hutan lebat di atas. Daya tarik utama adalah lingkungan alam yang dikelilingi oleh tujuh air terjun dan gua. Fasilitas yang tersedia adalah termasuk tempat parkir, warung makan, tempat istirahat, dan pos keamanan. Pengunjung mendaki puncak Gunung Bromo dan kemudian mandi di suci Tirta Sewana sebelum melakukan perjalanan ke titik mengunjungi lain di wilayah Probolinggo.





Cikaso Waterfall


Setelah kita melihat air terjun, kita akan terpesona oleh kecantikan mereka. Di bawah air terjun, ada sebuah kolam giok-hijau di mana kita bisa berenang atau mandi. Ada juga batu-batu besar dihiasi oleh lumut hijau. Kita bisa duduk di batu besar dan menikmati pemandangan yang indah.





Monas

Monumen Nasional atau lebih akrabnya lagi disebut Monas adalah sebuah Tugu setinggi 132 meter yang dibangun guna mengenang perjuangan rakyat Indonesia ketika merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda dulu.


Tugu Monas mulai dibangun di bawah perintah presiden Sukarno pada tanggal 17 Agustus 1961 dan mulai dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975.Tugu yang terletak di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat ini di mahkotai lidah api berlapis lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala.

Sabtu, 29 September 2012

Pesona Wisata Banyumas

Pesona Wisata Banyumas


1. Baturaden

Baturaden terletak di wilayah Purwokerto, berada di kaki gunung Slamet yang membuat lokasi itu terasa sejuk dan ber udara bersih. Juga menyimpan banyak pesona wisata di dalamnya, semisal pemandian air panas, air terjun, kolam renang dan juga ada arena permainan anak. Terdapat beberapa air terjun pada objek wisata ini, dimana air yang mengalir cukup deras diantara bebatuan cadas sungai yang membelah kawasan ini. 


Pesona Wisata Banjarnegara




WISATA ALAM DI BANJARNEGARA
1. Arung Jeram
Menikmati Alam dan Memacu Adrenalin
Wisata minat khusus Arum Jeram Sungai Serayu berada di desa Singomerto Kec. Sigaluh berjarak 3 km dari kota Banjarnegara. Sungai Serayu mempunyai karakter yang unik dan elok dekat jalan raya sehingga mudah untuk dikunjungi. Kelas yang ditawarkan antara lain : Exlent, Midle, Exotic, Family Fun dan River Camp.



2. Dieng
 

Kawah Dieng
Kawah ini sebenarnya bukan kawah gunung berapi, tetapi merupakan pemunculan Solfatara dari rekahan tanah. Terdapat dua lubang rekahan yang masih aktif mengeluarkan Solfatara. Di Kawah ini terdapat sumber air yang dipercaya memiliki kekuatan magic, sehingga banyak wisatawan yang memanfaatkannya.


Candi Dieng


Selasa, 25 September 2012

Gunung Bromo

Taman Nasional Bromo-Semeru merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki keunikan berupa laut pasir seluas 5.250 hektar, yang berada pada ketinggian 2392 m dari permukaan laut.

Image

Pegunungan Bromo-Semeru, merupakan pegunungan yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Kawasan wisata ini menjanjikan sebuah keindahan yang tak bisa anda temui di tempat lain. Dari puncak gunung berapi yang masih aktif ini, anda bisa menikmati hamparan lautan pasir seluas 10km persegi, dan menyaksikan kemegahan gunung Semeru yang menjulang menembus awan. Anda juga bisa menatap indahnya matahari beranjak keluar dari peraduannya.

Selain menyaksikan keindahan panorama yang ditawarkan oleh Bromo-Semeru, apabila Anda datang di waktu yang tepat, maka Anda dapat menyaksikan Upacara Kesodo, yang diadakan oleh masyarakat Tengger. Upacara ini biasanya dimulai pada saat tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kesodo [ke-sepuluh] menurut penanggalan Jawa. Upacara Kesodo merupakan upacara untuk memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dengan melemparkannya ke kawah Gunung Bromo. Saat prosesi berlangsung, masyarakat Tengger lainnya beramai-ramai menuruni tebing kawah dan sesaji yang dilemparkan ke dalam kawah, sebagai perlambang berkah dari Yang Maha Kuasa.

 

Pulau Derawan

Kepulauan Derawan
Pulau derawan adalah surga tropis yang sempurna. Suasana di sini hangat dengan pemandangan pasir pantai putih halus, pohon palem yang melambai-lambai, laut murni yang berubah warna dari hijau ke biru gelap. Kehidupan bawah laut di sini luar biasa, Anda akan temukan kura-kura raksasa, lumba-lumba, ikan pari, duyung dan barakuda, ubur-ubur stingless. Ikan Hiu Derawan di sini merupakan salah satu keragaman hayati di dunia. Tak heran, pulau Derawan dikenal sebagai tujuan wisata menyelam terbaik di dunia.

Kepulauan DerawanTerletak tak jauh dari daratan Kalimantan Timur di Kabupaten Berau, kepulauan Derawan terdiri dari 31 pulau dan yang paling terkenal di antaranya adalah Pulau Derawan, Maratua, Sangalaki, dan Kakaban. Di sinilah tempat bersarangnya kura-kura hijau langka dan berbahaya, juga penyu sisik. Anda dapat menyaksikan setiap hari penyu bertelur di pasir atau berenang ke laut bersama kura-kura. Seluruh wilayah konservasi laut ini luasnya tidak kurang dari 1,27 juta hektar.

Disinilah Anda dapat menemukan 460 jenis karang dan menempati posisi kedua setelah Raja Ampat di Papua Barat. Pengurus tempat konserfasi dan tim ahli internasional juga menemukan lebih dari 870 jenis ikan di sini, mulai dari kuda laut kerdil hingga pari manta raksasa. Dalam beberapa hari, sekelompok pari manta ini dalam jumlah yang banyak sekitar 50 ekor terlihat makan bersama di perairan Derawan.

Sementara di Kakaban, Anda dapat menemukan danau ubur-ubur terbesar dan paling beragam di dunia, termasuk empat spesies unik ubur-ubur stingless  yang dapat berenang terbalik. Inilah alasanya mengapa Kakaban dipertimbangkan menjadi nominasi Situs Warisan Dunia UNESCO.

Referensi :  http://www.indonesia.travel/id/destination/430/kepulauan-derawan

Tana Toraja

Tana Toraja Andalan Wisata Sulawesi Selatan

rumah-di-tana-torajaTana Toraja merupakan objek wisata yang terkenal dengan kekayaan budayanya. Kabupaten yang terletak sekitar 350 km sebelah utara Makassar itu sangat terkenal dengan bentuk bangunan rumah adatnya. Rumah adat ini bernama Tongkonan. Atapnya terbuat dari daun nipa atau kelapa dan mampu bertahan sampai 50 tahun. Tongkonan juga memiliki strata sesuai derajat kebangsawanan masyarakat, seperti strata emas, perunggu, besi, dan kuningan.

Raja Ampat



RAJA AMPAT YANG MEMPESONA



Teriknya matahari dan cerahnya udara justru membuat gemas para tamu untuk kembali menyelam dan menyelam. Cahaya matahari kerap menembus celah-celah gelombang laut sampai ke karang. Keelokan pemandangan dan biota lautnya memang membuat kesan mendalam bagi para wisatawan. Bagi pencinta wisata pesisir dan bawah air yang fanatik, Raja Ampat sangat dikenal bahkan dinilai terbaik di dunia untuk kualitas terumbu karangnya.


Banyak fotografer bawah laut internasional mengabadikan pesona laut Raja Ampat. Bahkan ada yang datang berulang kali dan membuat buku khusus tentang keindahan terumbu karang dan biota laut kawasan ini. Pertengahan 2006 lalu, tim khusus dari majalah petualangan ilmiah terkemuka dunia, National Geographic, membuat liputan di Raja Ampat yang akan menjadi laporan utama pada 2007.

Sejumlah turis tampak asyik bersantap dan mengobrol santai sambil memandang lepas ke arah laut yang didominasi warna biru, hijau, dan putih. Warna-warna itu muncul karena pengaruh dari hamparan terumbu karang di dasar laut yang dangkal maupun dalam. Mereka sedang menikmati makan siang di Papua Diving Resort, perairan f Irian Jaya Barat.


SUNSET YANG EKSOTIS



Suku Baduy


ADAT DAN BUDAYA SUKU BADUY




"Ketaatan Suku Baduy Terhadap Adat Mereka"

Mereka mandiri, menolak bantuan luar, merajut, bertanam dan berpikir ke depan dengan otak jernih, jujur dan tulus. Tidak ada keributan sesama mereka di sana. Tak ada saling iri, dengki dan culas di tengah mereka.

Suku Baduy adalah kelompok kehidupan yang begitu patuh pada adat, ritual dan agama yang mereka anut. Nama masyarakat Baduy sebenarnya adalah URANG KENEKES. Mereka adalah suku bangsa Indonesia yang bertempat tinggal di Pegunungan Kendeng Kabupaten Lebak (Jawa Barat). Nama Baduy sendiri diambil dari nama sungai yang melewati wilayah itu yaitu Sungai Cibaduy.

Mereka adalah keturunan Raja Pajajaran yang menolak agama baru yang masuk dibawa oleh Sunan Gunung Jati di abad 15 dan 16 yaitu agama Islam. Untuk menghindari perang, para punggawa dan senopati Pajajaran yang menolak Sunan Gunung Jati masuk hutan. Mereka memilih daerah perbukitan di kaki gunung Sanggabuana, 1000 mdpl di Banten Selatan. Mereka menolak masuk Islam dan menolak jadi pengikut Sunan Gunung Jati. Di sana mereka terus mengembangkan agama lama mereka di dalam belantara yang sulit diterobos.

Orang Baduy pertama-tama memuja lelembut, yaitu roh halus, roh gaib yang dianggap sebagai nenek moyang pemberi hidup dan mati. Roh itu adalah yang menjiwai segala-galanya. Sebagai pemegang kekuasaan tunggal yang disebut Batara Tunggal. Tempat kediaman lelembut adalah di dekat mata air sungai Ciujung dan Sungai Cisemet. Tempat keramat tersebut dipuja-puja dan dinamakan Arca Domas. Tempat pemujaan ini hingga sekarang sangat terlarang bagi orang luar.


Kawah Papandayan




Kawah Papandayan - Objek Wisata Garut

Kawah Papandayan merupakan salahsatu dari beberapa tempat wisata yang ada di daerah Garut,Jawa Barat yang mernarik untuk dikunjungi.Objek wisata ini diperkirakan terletak antara 28 KM sebelah barat daya dari Kota Garut.Gunung papandayan merupakan sebuah gunung berapi yang hingga kini masih aktif.Menurut catatan sejerah,Gunung ini pertama meletus pada bulan Agustus tahun 1997 lalu,pada saat itu Gunung yang statusnya masih aktip ini memuntahkan berkubik‐kubik material beberapa kilometer ke udara, dengan menelan korban sebanyak 3000 orang dan menimbun 40 desa disekitar gunung berapi tersebut. Tinggi Gunung Papandayan yaitu 2.665 dpl.





Suatu pengalaman yang sangat luar biasa dan rasanya ingin segera ingin melakukannya lagi adalah ketika mencoba menelusuri objek wisata gunung merapi itu,. Kawah mas adalah salah satu kawah yang terdapat di kawah itu yang terletak ditengah kubah dengan sekitar 150 meter. Kawah itu bergemuruh seakan suaranya menyerupai suara mesin Jet. Diperlukan waktu skurang lebih duapuluh menit dengan berjalan kaki untuk menuju ke tengah‐tengah kawah dari area parker. Jumlah Kawah Papandayan ada 14 buah, setiap kawah mengeluarkan asap yang berbeda‐beda, ada yang berwarna putih,ada juga yang berwarna emas.



Ketika kita berada dipuncak kawah,kita bisa menyaksikan sebuah pemandangan yang indah yaitu belerang yan keluar dari mulut kawah.Udaranya yang terasa cukup panas jika kita sedang berada disekitar kawah. Keindahan Kawah Papandayan yang dapat dinikmati dari dekat serta keindahan hamparan bunga Eidelweiss (anaphalis javanica). Dengan suasana sejuk alam pegunungan. Untuk sementara orang bahwa air yang ada di sekitar kawah bisa dimanfaatkan untuk mengobati penyakit kulit yang mujarab.

Kepulauan Seribu




Kepulauan Seribu - Tempat Wisata Jakarta

Kepulauan Seribu - Tempat Wisata Jakarta : Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu adalah sebuah kabupaten administrasi di Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia. Wilayahnya meliputi gugusan kepulauan di Teluk Jakarta. Kepulauan Seribu ditetapkan menjadi Taman Nasional Laut dengan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 162/Kpts-II/1995 dan No. 6310/Kpts-II/2002 yang dikelola oleh Balai Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu, Departemen Kehutanan.




PAMERAN FLORA DAN FAUNA TAHUN 2011

Pameran Flora Fauna merupakan kegiatan pameran rutin yang dilaksanakan oleh Pemerintah Propinsi DKI Jakarta setiap tahun. Pameran ini diadakan dalam rangka menyambut dan merayakan ulang tahun ibu kota Jakarta yang jatuh pada bulan tepatnya setiap tanggal 2 serta dirgahayu Republik Indonesia yang ke

Pameran kali ini diselenggarakan mulai tanggal 21 Juni 2011 sampai dengan 20 Juli 2011 bertempat di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Diikuti oleh 350 peserta yang terdiri dari stand instansi pemerintah dan berbagai pelaku bisnis seperti petani tanaman hias, petani tanaman buah, pengusaha agribisnis, pengusaha lansekap, maupun peternak dan pedagang hewan peliharaan (petshop).

Pameran Flora dan Fauna yang sudah berlangsung ke 26 kalinya ini dipandang sangat efektif sebagai media promosi yang bernuansa penghijauan yang diselaraskan dengan upaya Pemerintah Propinsi DKI untuk membangun wajah Kota Jakarta yang hijau, indah, sehat dan berwawasan lingkungan. Pada tahun 2011 ini Pameran Flora Fauna mengusung tema “Pohon, Dia Ada Jakarta Makin Dicinta”.

Sebagai salah satu instansi pemerintah yang erat hubungannya di bidang lingkungan, Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu yang berada dibawah naungan Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Kementerian Kehutanan selalu turut berpartisipasi menyukseskan acara ini dengan ikut membangun stand konservasi setiap tahunnya.

Pada kesempatan ini Balai TN. Kepulauan Seribu menampilkan stand dengan bangunan berupa saung, didalamnya disajikan beragam informasi seputar ekowisata bahari dan program/kegiatan konservasi yang telah dilaksanakan oleh Taman Nasional Kepulauan Seribu seperti transplantsi mangrove, penanaman mangrove, pelestarian elang bondol dan elang laut. Media yang digunakan sebagai bahan promosi dan edukasi bagi pengunjung antara lain leaflet, booklet, foto-foto, layar sentuh dan video. Layar sentuh Taman Nasional Kepulauan Seribu yang berbentuk penyu besar ini tampaknya menjadi ikon yang menjadai daya tarik sendiri bagi para pengunjung khususnya untuk anak-anak.


Pengunjung yang datang ke stand Balai Taman NasionaL Kepulauan Seribu sangat beragam, mulai anak-anak, ibu rumah tangga, pelajar, mahasiswa, PNS, pegawai swasta, peneliti bahkan wisatawan mancanegara. Dimana hampir sebagian besar pengunjung lebih banyak menanyakan aksesibilitas ke Kepulauan Seribu, fasilitas dan jenis-jenis atraksi wisata yang dapat dilakukan di TN. Kepulauan Seribu.

Dengan adanya stand ini Balai TN. Kepulauan Seribu berharap bisa lebih dekat dengan masyarakat, sehingga mereka dapat mengenal gambaran Taman Nasional Kepulauan Seribu sebagai satu-satunya Taman Nasional yang berada di wilayah Ibu Kota negara yang memiliki berbagai keanekaragaman hayati yang harus dijaga dan didukung pelestariannya.

PENILAIAN POTENSI TERUMBU KARANG TAHUN 2011

Taman Nasional Kepulauan Seribu yang terdiri dari 78 gugusan kepulauan dan memiliki luasan kawasan sekitar 107.489 Ha, tercatat memiliki berbagai macam potensi dan keanekaragaman hayati antara lain penyu sisik, terumbu karang, mangrove serta lamun.

Salah satu tugas yang diemban oleh Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu sebagai pengelola adalah melakukan pengelolaan ekosistem kawasan taman nasional dalam rangka konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya serta pengelolaan kawasan taman nasional berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh karenanya dalam rangka mewujudkan perlindungan dan konservasi sumber daya alam terumbu karang yang ada dikawasan, setiap dua tahun sekali Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu berupaya melakukan pengamatan intensif terhadap ekosistem karang yang ada melalui kegiatan Penilaian Potensi Terumbu Karang.

Sebagaimana periodik yang telah ditetapkan, maka pada tahun 2011 ini dilaksanakan kembali Kegiatan Penilaian Potensi Terumbu Karang. Seperti penyelenggaraan sebelumnya, kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan Yayasan Terumbu Karang Indonesia (TERANGI ) sebagai salah satu mitra Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu. Kerjasama dengan TERANGI pada kesempatan ini mulai difokuskan dalam hal peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk melakukan ‘refreshment’ bagi para staf Balai TN. Kepulauan Seribu yang terlibat sebagai tim pelaksana melalui in house training yang kemudian dilanjutkan dengan praktek dilokasi untuk mempraktekkan langsung pemahaman dan penguasaan materi yang telah dipaparkan.

Diakui bahwa gangguan terhadap keberadaan serta kelestarian ekosistem terumbu karang semakin meningkat, tidak hanya akibat perilaku manusia namun juga seiring kondisi lingkungan yang mengalami penurunan kualitas. Oleh karenanya kegiatan ini juga memiliki manfaat penting dimana bisa memberikan gambaran kondisi terumbu karang di kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu, agar muncul langkah-langkah nyata dan simultan untuk dapat melindungi dan menjaga sumber daya yang ada.

Pada tahun 2011, terdapat 40 lokasi pengamatan yang menjadi titik pengamatan yang tersebar di beberapa wilayah Seksi Pengelolaan Taman Nasional yang termasuk dalam zona inti, zona perlindungan, zona pemanfaatan wisata dan zona pemukiman. Hasil data yang diperoleh nantinya adalah berupa data ekosistem terumbu karang dimana selain tutupan dan kondisi karang juga data lain seperti ikan,makrobenthos, lamun dan kualitas air. Metode yang digunakan dalam melaksanakan pengambilan data adalah metode visual sensus yaitu Line Intercept Transect, Belt Transect dan Quadrate Transect.

Data yang telah diperoleh dari lapangan, pada saat ini akan segera diproses dan dianalisa oleh Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu dan TERANGI untuk kemudian disajikan dalam bentuk laporan sebagai hasil akhir dari pelaksanaan Kegiatan Penilaian Potensi Terumbu Karang di Taman Nasional Kepulauan Seribu yang selanjutnya dapat menjadi data base dan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan untuk melaksanakan pengelolaan ekosistem terumbu karang di TN. Kepulauan Seribu.

Harga Tiket Masuk :
Mancanegara Rp. 20.000,-/org
Domestik Rp. 2.500,-/org

CURUG CIGANGSA - SURADE

CURUG CIGANGSA - SURADE

Curug Cigangsa terdiri dari dua tingkat dan diperkirakan terbentuk akibat gempa yang cukup kuat sehingga mengakibatkan longsor. Curug ini memiliki debit air yang kecil, hal ini dikarenakan di bagian hulunya dibendung untuk keperluan irigasi. Keunikan Curug Cigangsa adalah dinding batunya berwarna kehitaman sebagai landasan air mengalir. Disekitar lokasi ini terdapat sebuah batu. Batu ini oleh masyarakat setempat menyebutnya dengan batu Masigit, atau Batu Masjid, barangkali karena bentuknya. Di Curug Cigangsa ini pengunjung dapat menikmati keindahan curug dari dua arah, yaitu dari atas dan bawah.

Nama Gangsa ini diambil dari nama orang Eyang Gangsa
Selain itu juga tempat ini semasa penjajahan Belanda kerap kali dijadikan tempat persembunyian para pejuang.
Di kawasan ini juga terdapat Curug Ciruti yang mana membutuhkan waktu sekitar 1/2 jam perjalanan dari Curug Cigangsa.

Lokasi
Terletak di Desa Batusuhunan/Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat.
Peta dan Koordinat GPS: 7° 19' 35.36" S 106° 32' 35.54"

Aksesbilitas
Berjarak sekitar 110 Km kearah selatan kota Sukabum atau 1 km dari kecamatan Surade. Jika dari Curug Cikaso sekitar hanya 10 km dengan memakan waktu sekitar ± 30 menit dengan berjalan kaki. Untuk mencapai lokasi ini cukup sulit karena harus melewati jalan setapak yang jalanannya cukup menantang dan menyebrangi sungai yang airnya cukup deras.

Curug Cigangsa dapat ditempuh melalui pertigaan tugu kota Surade. Untuk sampai ke lokasi, tidak ada tanda arah sama sekali. Kendaraan berhenti dan diparkir di salah satu rumah warga. Selanjutnya ditempuh dengan berjalan kaki menyusuri pematang sawah dan menyeberangi sungai menuju lokasi curug dengan waktu tempuh sekitar 10 menit sampai di bagian atas Curug Cigangsa. Bila ingin menikmati keindahannya dari bawah tebing harus menuruni lereng yang cukup curam dengan kondisi jalan yang licin dan becek. Waktu yang dibutuhkan untuk turun ke bawah sekitar 20 menit